The Witch's Curse

Kamis, 16 Januari 2014

Judul                 : The Witch's Curse (Kutukan si Penyihir)
Pengarang         : Keith McGowan
Alih bahasa       : Tanti Lesmana
Terbit                : 2013
ISBN                 : 9789792299410
Tebal                 : 328 halaman
Penebit             : Gramedia Pustaka Utama

Sinopsis 

Masih ingat dengan Solomon dan Constance Blink alias Sol dan Connie dari buku The Witch’s Guide to Cooking with Children? Setelah lolos dari Penyihir di Sebelah Rumah, sekarang mereka berhadapan dengan penyihir lain, dan seorang pemburu yang kena kutuk. Connie dan Sol meninggalkan rumah dan menempuh perjalanan panjang melewati lembah kutukan. Mereka kehabisan makanan dan air, dan melihat sebuah pondok di gunung. Banyak koleksi binatang di dalamnya. Mereka tidak tahu ada penyihir jahat yang mengintai, dan seorang pemburu yang sebentar lagi bangun untuk mengejar mereka. Siapa yang bisa menyelamatkan Sol dan Connie?
Review 

Setelah hampir menjadi santapan penyihir di sebelah rumah, Sol dan Connie memutuskan untuk pergi meninggalkan rumah mereka. Mereka hanya meninggalkan secarik kertas pemberitahuan kepada paman dan bibi mereka. Ya, Sol dan Connie yatim piatu. Tujuan mereka adalah menuju rumah Bibi, adik dari ibu mereka yang hidup di kota lain. 

Ketika bus yang mereka tumpangi bannya ada yang meletus, Connie meminta Sol untuk menemaninya buang air kecil di pinggiran lembah. Di sana mereka melihat seekor rusa yang sangat besar dan mereka mengikutinya. Karena terlalu jauh masuk ke lembah itu, mereka tersesat dan tidak menemukan jalan untuk menuju bus lagi. 

Sol masih berharap bisa menggunakan kubus ajaibnya untuk bisa keluar dari tempat itu, tetapi sayang, Connie sudah memprogram ulang kubus tersebut dengan lelucon ala Connie. Sehingga mereka pun berjalan tanpa arah. Tanpa mereka ketahui, mereka telah masuk ke lembah kutukan, dimana seorang penyihir dan pemburu tinggal.

Penyihir ini menyihir anak-anak yang tersesat di lembah dan kemudian menyihir mereka menjadi hewan. Apakah cukup sampe disitu? Tidak. Begitu anak-anak sudah berubah menjadi hewan, penyihir akan membangun pemburu abadi untuk memburu mereka. Dan hewan buruan yang tertangkap akan menjadi patung pajangan di pondok penyihir. 

Resensi

Sol dan Connie, dua kakak beradik ini bertemu lagi dengan penyihir. Akan tetapi tidak hanya penyihir saja yang mengancam mereka, ada pemburu abadi yang juga anak buah si penyihir ikut memburu mereka. Petualangan Sol dan Connie dimulai ketika mereka mulai memasuki pondok yang berada di tengah lembah. Tanpa mereka sadari, mereka telah masuk perangkap si penyihir. Nenek baik hati itu ternyata penyihir dan dia memberikan sup yang mempercepat perubahan tubuh mereka menjadi hewan.

Untung saja Gertrude, teman mereka yang memiliki kemampuan lebih, mengirim seekor burung murai untuk menuntun mereka keluar dari lembah. Tapi, apa yang bisa dilakukan dua orang bocah yang pelan-pelan mulai kehilangan kesadaran manusianya dan seekor burung kecil, padahal lawan mereka adalah penyihir dan pemburu abadi.

Membaca tentang penyihir, otomatis otak saya akan teringat Harry Potter yang kondang itu. Dan ketika membaca novel The Witch's Curse, saya berusaha tidak membandingkannya dengan novel fenomenal tersebut. Dan ternyata, penyihir di novel ini memang sangat berbeda.

Penyihir ini turun tangan sendiri dan meminta bantuan pemburu, yang juga disihirnya, abadi untuk memburu anak-anak itu. Tapi entah kenapa saya malah lebih takut membayangkan penyihir di novel ini. Suasana yang suram dan menakutkan dideskripsikan dengan baik. Kita bisa merasakan ketegangan-ketegangan yang dirasakan kedua bocah ini dalam petualangan mereka. Bagaimana rasa takut dan kesakitan mereka saat berubah bentuk.

Selain mengasihani kedua anak ini, saya juga bersimpati terhadap si pemburu. Dulunya, ia adalah seorang pangeran yang memang hobi berburu. Dan oleh si penyihir, dia disihir untuk hidup abadi agar terus bisa berburu. Si pemburu merasakan kehampaan hidup. Duh, sedih ya, hidup cuma untuk berburu dan yang diburu pun anak-anak.

Setelah mengalami ketegangan luar biasa selama membaca pengalaman Sol dan Connie, eksekusi endingnya termasuk cepat sekali. Seandainya diperlambat pasti lebih mengasyikan. 

The Witch's Curse ini merupakan buku kedua, kita tetap bisa menikmatinya kok walau pun belum membaca buku pertama. Dan saran saya, untuk anak dibawah 12 tahun lebih baik jangan membaca buku ini ya. Karena suram dan menegangkan sekali serta adanya perburuan manusia, kurang cocok untuk anak-anak, karena itu novel ini memang dilabeli untuk teen/remaja. 
4 komentar on "The Witch's Curse"
  1. Wah, anakku nih yg doyan teen fantasy :-)

    BalasHapus
  2. aku ga suka baca fantasi mba, apalagi baca pesan mb esti di bawah itu hehe... mampir jg ke resensiku ya.

    http://bukudanhidupku.blogspot.com/2014/01/takbir-rindu-di-istanbul-mencari-cinta.html

    BalasHapus
  3. wah mau meramaikan IRC juga yah...^_^
    semangat terus membaca yipiiii... aku suka buku genre ini waktu SMP, mba
    Oya, mampir juga ke resensiku yah(baru belajar sih)

    http://www.cahyakayangan.blogspot.com/2014/01/judul-99-hijab-stories-beuatiful.html

    BalasHapus